Sejarah Pasar Modal Di Indonesia Adalah


Peta alur sejarah pasar modal dunia pertama kali terletak di Negara Italia yakni didaerah Venice, pada tahun 1171 Negara Italia menerbitkan obligasi untuk pertama kalinya dalam sejarah dunia. Alasannya, karena Italia pada saat itu menginginkan adanya perang, namun tidak adanya dana yang digunakan sehingga pemerintah mencetak obligasi surat hutang kepada masyarakat untuk membiayai kebutuhan perang.

Setelah adanya peristiwa tersebut, pada tahun 1340 pusat keuangan dunia bergeser ke Negara Swedia, lalu pada tahun 1351 Bursa Efek pertama dunia berdiri di Antwerp, kemudian pada tahun 1602 berdirilah sebuah IPO saham untuk pertama kalinya, yaitu VOC, hingga pada akhirnya bursa saham tersebar diseluruh dunia. Misalnya saja, Bursa Saham London yang lahir pada tahun 1725, Amsterdam menerbitkan reksadana pertama di dunia pada tahun 1774, sedangkan Bursa Saham di Amerika Serikat berdiri pada tahun 1792.

Pasar modal masuk ke Indonesia sejak tahun 1912 sebelum Negara Indonesia merdeka, pada saat itu pemerintah kolonial Belanda yang menjajah Indonesia mendirikan cabang bursa efek Amsterdam di Batavia (Jakarta), pemerintah kolonial belanda ingin supaya pasar modal juga tumbuh di negeri jajahannya. Saham yang diperdagangkan mayoritas adalah saham perusahaan belanda yang memiliki investasi di Indonesia, seperti perkebunan di pulau Jawa, perkebunan di pulau Sumatra dan perkebunan milik belanda lainnya yang tersebar di berbagai pulau di Indonesia.

Perkembangan pasar modal di Indonesia dari waktu ke waktu tidak berkembang dengan baik, karena Indonesia pada saat itu juga terkena dampak dari adanya perang dunia pertama dan juga perang dunia ke dua. Pada tahun 1950an pemerintah Indonesia mencoba untuk menghidupkan kembali pasar modal, namun masih gagal, hingga pada tahun 1958 pasar modal mengalami mati suri, karena saham-saham perusahaan belanda yang diperdagangkan dinasionalisasi atau disita oleh pemerintah Indonesia.

Pada tahun 1977 pemerintah orde baru kembali berusaha untuk menghidupkan pasar modal, dengan mendirikan BAPEPAM (Badan Pelaksana Pasar Modal). BAPEPAM kemudian mendirikan bursa efek Jakarta dengan mencatatkan saham pertama yakni saham PT Semen Cibinong pada tahun 1982, seiring berjalannya waktu bursa efek terus mencatatkan saham-saham perusahaan lain yang ada di Indonesia. 

Pada akhir tahun 1980an, pemerintah Indonesia mengubah Badan Pelaksana Pasar Modal menjadi Badan Pengawas dan Pelaksana Pasar Modal. Pada tanggal 6 Juni 1989 pemerintah mendirikan bursa swasta pertama di Indonesia, yaitu PT Bursa Efek Surabaya yang diawasi oleh Badan Pengawas dan Pelaksana Pasar Modal. Kemudian pada 13 Juli 1992 pemerintah baru mendirikan Bursa Efek Indonesia, yang merupakan rangkaian swastanisasi dari Bursa Efek Jakarta yang sebelumnya masih menjadi bagian dari Badan Pengawas dan Pelaksana Pasar Modal.

Tahun 1995 menjadi awal tonggak baru bagi pasar modal Indonesia, dengan diterbitkannya Undang-undang pasar modal (UU Nomor 8 Tahun 1995 tentang Pasar Modal).  Seiring dengan berkembangnya pasar modal di Indonesia, Bursa Efek Jakarta juga berkembang dengan melakukan otomasi operasional perdagangan produknya, yakni membangun Jakarta Automated Trading System untuk generasi yang pertama. Karena sebelumnya sistem perdagangan di Bursa Efek Jakarta dilakukan secara manual, sehingga pada tahun 1995 inilah masyarakat mulai mengenal transaksi perdagangan secara elektronik di Bursa Efek Jakarta. 

0 Response to "Sejarah Pasar Modal Di Indonesia Adalah"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel