PPh Pasal 21 dan Pasal 26



Ø  Ilustrasi (Gaji Harian)
  Riyan adalah seorang seorang pegawai sebuah perusahaan dengan gaji  dibayar harian sebesar Rp 88.500. Dia berstatus kawin dan memiliki seorang anak. Perusahaan mengikuti program Jamsostek, premi Jaminan Kecelakaan Kerja dan premi Jaminan Kematian dibayar oleh pemberi kerja dengan jumlah masing-masing setiap bulan 1% dan 0.3% dari gaji. Perusahaan membayar iuran JHT setiap bulan sebesar 3.7% dari gaji, sedangkan Hayam Wuruk membayar iuran pensiun Rp 37.500 dan JHT sebesar 2% dari gaji. Bagaimanakah penghitungan PPh 21 atas Hayam Wuruk? Bagaimana penjurnalan oleh pemberi kerja?



➔Penghasilan karyawati
Atas suami yang memiliki penghasilan, karyawati tidak berhak atas pengurangan PTKP"status kawin" sebesar Rp. 1.320.000
Atas suami yang berstatus tidak berpenghasilan, karyawati berhak atas pengurangan elemen PTKP “Status Kawin” sebesar Rp 1.320.000,00. Syarat yang harus dipenuhi adalah keberadaan surat keterangan dari pemerintah daerah setempat, minimal di tingkat kecamatan.

➔Tribhuwanatunggadewi adalah seorang karyawati dengan status menikah dan memiliki anak tunggal. Dia bekerja di suatu perusahaan retail dengan gaji sebulan Rp 2.350.000,00 dan membayar iuran pensiun sebesar Rp 65.000,00. Berdasarkan surat keterangan dari kecamatan tempatnya berdomisili yang diserahkan kepada pemberi kerja, diketahui bahwa suaminya tidak memiliki penghasilan apapun. Bagaimanakah penghitungan PPh 21 atas Tribhuwanatunggadewi? Bagaimana penjurnalan oleh pemberi kerja


➔ Ilustrasi (Tunjangan Pajak)
Mahendradatta selama tahun 2012 bekerja pada suatu perusahaan dengan memperoleh gaji sebulan Rp 3.150.000,00 dan membayar iuran pensiun sebesar Rp 145.000,00. Mahendradatta telah menikah dan memiliki seorang anak. Sepanjang tahun, Mahendradatta berhasil menunjukkan kinerja yang setara dengan pegawai yang lebih senior di tahun pertamanya bekerja. Atas prestasinya tersebut, perusahaan memutuskan untuk memberikan penghasilan lain kepada Mahendradatta berupa tunjangan pajak sebesar Rp 22.500,00 per bulan mulai tahun 2013. Bagaimanakah penghitungan PPh 21 atas Mahendradatta di 2013? Bagaimana penjurnalan oleh pemberi kerja?


➔Ilustrasi (PPh Ditanggung Perusahaan)


Ø  Ilustrasi (Tunjangan Penghasilan)

➔Ilustrasi (Uang Rapel)
Kertarajasa, sebagaimana dideskripsikan dalam ilustrasi awal, menerima kenaikan gaji di bulan September 2012, sehingga gaji pokoknya menjadi Rp 3.750.000,00. Kenaikan tersebut berlaku surut sejak 1 Januari 2012 sehingga Kertarajasa menerima uang rapel sejumlah Rp 8.000.000,00 untuk kekurangan di periode Januari – Agustus. Berapakah beban PPh 21 yang dikenakan atas uang rapel Kertarajasa?


Ø  Bentuk Imbalan Tahunan
ü  Jasa Produksi
ü  Tantiem
ü  Gratifikasi
ü  Tunjangan Hari Raya atau Tahun Baru
ü  Bonus
ü  Premi
ü  Penghasilan Sejenis Lain

Ø  Penghitungan Teknis (Menerima Imbalan Tahunan)



0 Response to "PPh Pasal 21 dan Pasal 26 "

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel