Dilema Naik Turunnya Nilai Tukar Rupiah Terhadap Dolar di Masa Pendemi Covid19


Saat ini nilai tukar rupiah terhadap dolar adalah Rp 14.797,50, pada awal tahun 2020 tepatnya pada tanggal 19 Februari 2020 nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika ada pada angka 13.667,15, hingga pada tanggal 20 Maret 2020 nilai tukar rupiah terhadap dolar melemah dan menembus angka 16.000 per dolar. Rupiah melemah sekitar 17% hanya dalam waktu satu bulan. Dalam sejarah Indonesia, tahun 2020 merupakan tahun kedua nilai tukar rupiah terhadap dolar menembus angka 16.000 setelah di tahun pertama yakni saat Indonesia mengalami krisis ekonomi pada tahun 1998.

Apa penyebab naik turunnya nilai rupiah dan dolar?

Ada berbagai alasan yang melatarbelakangi penyebab fluktuasi nilai mata uang, pada dasarnya mata uang di sebuah Negara di perjual belikan dan dijadikan sebagai alat jual beli, misalnya saja pada kasus tukar rupiah terhadap dolar dan tukar dolar terhadap rupiah. Kegiatan tukar menukar antar mata uang inilah yang akan menentukan harga atau nilai tukarnya, dalam hal ini konsep dasar ekonomi demand (permintaan) dan supply (penawaran) berlaku.

Dalamkonsep demand dan supply, jika suatu permintaan akan barang tinggi, harga barangnya akan cenderung naik. Hal ini sama dengan kasus tukar menukar mata uang, ketika banyak orang yang menukarkan rupiah menjadi dolar secara otomatis permintaan dolar menjadi meningkat, dengan begitu dolar akan menguat (dolar akan terapresiasi terhadap rupiah) dan rupiah akan melemah. Begitu pun sebaliknya, ketika banyak orang yang memiliki dolar ingin menukarkannya menjadi rupiah, rupiahlah yang akan menguat terhadap dolar dan harga dolar menjadi lemah atau turun. Hal ini berlaku untuk semua transaksi jual beli mata uang jenis apapun. 

Apa penyebab orang banyak yang menukarkan rupiah menjadi dolar?

Berikut adalah faktor-faktor yang menyebabkan pertukaran mata uang antar Negara:

Prospek investasi

Masyarakat akan menukarkan mata uang tertentu karena prospek investasi di sebuah Negara, semakin baik prospek investasi di sebuah Negara maka akan semakin banyak orang yang akan menukarkan uang mereka menjadi mata uang Negara tersebut. Investasi yang dilakukan bisa dalam berbagai bentuk, misalnya investasi di sebuah bank dalam bentuk deposito atau simpanan, investasi di sektor rill atau bisnis, investasi di pembangunan infrastruktur ataupun investasi saham dan obligasi.

Konsensus bersama 

Dari seluruh mata uang yang ada di dunia, ada mata uang yang  dikategorikan sebagai safe haven currency dimana ada mata uang yang dianggap paling kuat, paling stabil dan relatif aman dalam gejolak ekonomi, salah satu mata uang yang disepakati sebagai safe haven currency adalah dolat Amerika. Ketika kondisi ekonomi dunia sedang terguncang banyak orang dan instansi yang enggan mengambil resiko untuk menyimpang kekayaannya pada mata uang Negara berkembang, atau Negara kecil yang kestabilan ekonomi dan politiknya mengalami dampak jangka panjang dari sebuah krisis ekonomi.
 
Terlebih ada banyak komoditas krusial berharga secara visual yang berpatokan pada mata uang dolar Amerika, seperti harga minyak, batu bara, emas dan lain sebagainya, hal ini yang menyebabkan dolar Amerika selalu menjadi tempat berlabuh ketika ekonomi dunia sedang krisis. Misalnya saja, ketika terjadi krisis ekonomi tahun 2008 yang diawali oleh kredit macet yang terjadi di Amerika, dolar Amerika tetap menguat dan terapresiasi dibandingkan dengan rupiah atau mata uang lainnya. 

Dari pembahasan ini, kita akan lebih mengerti alasan dolar selalu menguat, terutama pada awal puncak penyebaran virus corona di tahun 2020 ini yang mengakibatkan krisis ekonomi di berbagai Negara di  dunia. Dalam kondisi ini para investor lebih memilih untuk menyimpan dolar daripada jenis mata uang lainnya, karena dolar dianggap sebagai safe haven currency yang relatif aman meskipun terjadi gejolak ekonomi dunia, karena banyak pihak yang menukarkan mata uangnya menjadi dolar, secara otomatis permintaan akan dolar menjadi meningkat.

Para investor juga akan menarik investasinya dari Negara yang terkena gejolak ekonomi, dan mengalokasikan uangnya ke instrumen investasi yang relatif lebih aman. Pada tahun 2020 ini, banyak investor yang juga sudah menarik investasinya dari Indonesia karena dampak dari pandemi virus corona, investasi yang ditarik ada yang berupa saham hingga obligasi. Karena terjadi penarikan investasi besar-besaran, para invesrtor akan menukar rupiahnya menjadi mata uang lain terutama dolar Amerika, inilah alasan mengapa harga dolar cenderung selalu naik dan rupiah melemah

0 Response to "Dilema Naik Turunnya Nilai Tukar Rupiah Terhadap Dolar di Masa Pendemi Covid19"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel