Penerapan , Pendekatan dan Strategi Investasi Saham


PENERAPAN MODEL DISKONTO DIVIDEN

  • Pengalaman personal dan judgment juga mempengaruhi anilisis penilaian saham 
  • Model diskonto dividen  dapat dipeluas dengan mempertimbangkan pertumbuhan dividen, dengan cara mengestimasi tingkat pertumbuhan (g)
  • g dapat diestimasi dengan menggunakan tingkat pertumbuhan berkelanjutan yang telah dibahas sebelumnya atau tingkat pertumbuhan perekonomian
  • Sedangkan k dapat ditentukan dengan menggunakan CAPM
  • Bagaimana estimasi harga saham jika dibandingkan dengan harga pasarnya pada waktu itu ? 
  • Pada akhir tahun 2003, saham Telekomunikasi indonesia diperdagangkan pada harga Rp. 6.750 . Estimasi harga saham Rp. 2.546,15 adalah jauh lebih kecil dibandingkan dengan harga pasarnya RP.6.750
  • Contoh ini mungkin memperlihatkan tidak realistisnya model pertumbuhan nol untuk diterapkan dalam penilaian saham 
PENDEKATAN PRICE EARNING RATIO 
  • Dalam pendekatan PER atau disebut juga pendekatan multiplier , investor menghitung berapa kali nilai earning yang tercermin dalam harga suatu saham 
  • Rumus untuk mengitung PER : 
               harga saham 
PER = ----------------------------------
               earning per lembar saham 
  • Rumus lainnya untuk menghitung PER suatu saham bisa diturunkan dari rumus yang dipakai dalam model diskonto dividen : 
  • Menghitung earning per lembar saham DX
                                                                                 earning perusahaan
earning per lembar = ---------------------------------------
                                   jumlah saham beredar 


PENDEKATAN PENILAIAN SAHAM LAINNYA
  • Rasio harga/nilai buku
  1. Hubungan antara harga pasar dan nilai buku per lembar saham dapat dipakai untuk menentukan nilai saham 
  2. Rasio harga terhadap nilai buku banyak digunakan untuk menilai saham-saham sektor perbankan 
  3. Hasil penelitian menemukan bahwa saham-saham yang memiliki rasio harga/nilai buku yang rendah akan menghasilkan return yang secara signifikan lebih tinggi dibanding saham-saham yang memiliki rasio harga/nilai buku yang tinggi 
  • Rasio harga/Aliran kas 
  1. Pendekatan ini mendasarkan diri pada aliran kas perusahaan, bukannya earning perusahaan
  2. Dalam penilaian saham perusahaan, investor bisa menggunkan informasi rasio harga/aliran kas ini sebagai pelengkap informasi PER , karena data aliran kas perusahaan bisa memberikan pemahaman yang lebih mendalam bagi investor tenteng perubuhan nilai saham yang akan terjadi 
  • Economic value added (EVA)
  1. EVA mengukur keberhasilan manajemen dalam meningkatkan nilai tambah bagi perusahaan 
  2. Asumsi adalah bahwa jika kinerja manajemen baik/efektif , maka akan tercemin pada peningkatan harga saham perusahaan 
  3. EVA dihitung dengan mengurangkan keuntungan operasi perusahaan dengan biaya modal perusahaan, baik untuk biaya hutang amupun modal sendiri
Secara matematis ,EVA suatu perusahaan dapat di tuliskan sebagai berikut :
  • EVA = Laba bersih operasi setelah dikurangi pajak - besarnya biaya modal operasi dalam rupiah setelah di kurangi pajak
  • EVA = (EBIT (1-Pajak)-(modal operasi))

STRATEGI PORTOFOLIO SAHAM 
  • Dalam berinvestasi pada saham, investor harus berhati-hati memilih strategi
  • Investor dapat memilih strategi aktif atau strategi pasif, namun juga dapat menggabungkan keduanya 
  • Investor yang memilih strategi aktif, mereka akan secra aktif melakukan pemilihan dan jual beli saham ,mencari informasi ,megikuti waktu dan pergerakan saham , serta berbagai tindakan aktif lainnya untuk menghasilkan return abnormal 
  • Investor yang memilih strategi pasif akan cenderung pasif dalam berinvestasi pada saham, dan hanya akan mengikuti indeks pasar 
STRATEGI PASIF
  • Dalam konsep pasar efisien dikatakatan bahwa jika pasar benar-benar efisien, tidak akan ada satu investor pun yang bisa memperoleh return abnormal diatas return pasar
  • Investor yang menggunkan strategi pasif percaya bahwa harga pasar yang terjadi adalah harga yang mencerminkan nilai intrinsik saham tersebut
  • Strategi yang dipakai dalam strategi pasif portofolio saham meliputi: 
  1. Strategi beli dan simpan (buy and hold strategy)
  2. Strategi mengikuti indeks (indexing strategy)
1. STRATEGI BELI DAN SIMPAN 
Dalam strategi ini investor menilai sejumlah saham dan tetap memegangnya untuk beberapa waktu tertentu. Strategi beli dan simpan bisa dilakukan investor dalam komposisi yang terdiri dari banyak saham ataupun hanya beberapa jenis saham 

2. STRATEGI MENGIKUTI INDEKS 
Strategi mengikuti indeks ini dalam prakteknya bisa digambarkan sebagai pembelian instrumen reksadana atau dana pensiun oleh investor. Dengan membeli instrumen reksadana , investor berharap bahwa kinerja investasinya pada kumpulan saham-saham dalam intrumen reksadana sudah merupakan duplikasi dari kinerja indeks pasar 

STRATEGI AKTIF
  • Tujuan strategi aktif adalah mencapai return portofolio saham yang melebihi return portofolio saham yang diperoleh melalui strategi pasif 
  • Tiga strategi yang biasanya dipakai investor dalam menjalankan strategi aktif portofolio saham :
  1. Pemilihan saham
  2. Rotasi sektor 
  3. Strategi momentum harga 
1. Pemilihan saham 
  • Investor secara aktif melakukan analisis dan pemilihan saham-saham terbaik yaitu saham yang memberikan hubungan tingkat return-risiko yang terbaik dibanding alternatif lainnya 
  • Pemilihan tersebut dilakukan dengan berdasar pada analisis fundamental guna mengetahui prospek saham tersebut di masa mendatang 
  • Investor akan membeli saham yang nilai intrinsiknya di atas harga pasar dan menjual saham-saham yang nilai intrinsiknya dibawah harga pasar 
2. Rotasi Sektor 
  • Strategi ini biasanya dilakukan oleh investor yang berinvestasi pada saham-saham didalam negeri saja 
  • Dalam hal ini investor bisa melaukan dua cara :
  1. Melakukan investasi pada saham-saham perusahaan yang bergerak pada sektor tertentu untuk mengantisipasi perubahan siklus ekonomi dikemudian hari
  2. Melakukan modifikasi atau perubahan terhadap bobot portofolio saham-saham pada sektor industri yang berbeda-beda, untuk mengantisipasi perubahan siklus ekonomi, pertumbuhan dan nilai saham perusahaan 
  • Reilly dan brown (1997) , mengategorikan saham-saham per sektor industri menjadi lima , yaitu :
  1. Saham-saham sektor finansial 
  2. Saham-saham sektor barang konsumen tahan lama 
  3. Saham-saham sektor barang model 
  4. Saham-saham sektor industri dasar 
  5. Saham-saham sektor barang-barang kebutuhan pokok
  • Dalam strategi ini , investor mebeli saham sektor tertrntu yang diperkirakan akan mengalami peningkatan nilai melebihi return pasar 



3. Strategi momentum harga 
  • Strategi ini berdasarkan kenyataan bahwa pada waktu-waktu tertentu harga pasar saham akan merefleksikan pergerakan earning ataupun pertumbuhan perusahaan 
  • Dalam strategi ini investor akan mencari momentum atau waktu yang tepat , pada saat perubahan harga yang terjadi bisa memberikan keuntungan bagi investor melaui tindakan menjual atau mebeli saham 
  • Berbagai teknik untuk mencari momentum yang tepat : 
  1. Membuat peta (chart) pergerakan harga saham
  2. Menggunakan komputer untuk menentukan waktu yang paling tepat untuk mebeli atau menjual saham 





0 Response to "Penerapan , Pendekatan dan Strategi Investasi Saham "

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel