Kebijakan Dividen (Dividend Policy) - Kelanjutan dari Seblumnya


ARGUMEN : MILLER & MODIGLIANI 

  • Keputusan investasi dan pembayaran dividen telah dibuat sehingga keputusan tersebut tidak dapat diubah oleh jumlah dividen yang dibayar 
  • present value saham per lembar setelah keputusan pembiayaan dan pembayaran dividen=harga pasar saham sebelum pembayaran dividen 
  • asumsi yang digunakan miller dan modigliani :
  1. Tidak ada biaya transaksi 
  2. Tidak ada pajak 
  3. Informasi yang lengkap tersedia sehingga pemodal tidak mempertimbangkan pengumuman dividen yad sebagai dasar untuk meiliki saham 
  4. Tidak ada konflik antara manajemen dan pemodal 
BENTUK KEBIJAKAN DIVIDEN 
  • Kebijakan dividen stabil (stable dividend-per share policy)
Besarnya dividen setiap tahun sama dengan harapan untuk memlihara kesan pemodal terhadap perusahaan 
  • Kebijakan dividend payout ratio tetap (constant dividend payout ratio policy)
Jumlah dividen akan berubah sesuai dengan laba yang dihasilkan, dengan dividen payout ratio tetap
  • Kebijakan kompromi (Compromise policy)
Kebijakan dividen antara stabil dan kebijakan dividen payout ratio konstan ditambah dengan prosentase tertentu pada tahun-tahun yang mampu menghasilkan laba bersih yang tinggi
  • Kebijakan dividen residual (residual dividend policy)
FAKTOR PENENTU KEBIJAKAN DIVIDEN 
  • Dividen payout ratio industri 
  • Pertumbuhan earning perusahaan 
  • Stabilitas earning perusahaan 
  • Posisi kas
  • Kesempatan investasi yang tersedia 
  • Ketersediaan dan biaya alternatif sumber dana 
  • Harapan tentang kondisi bisnis secara umum 
  • Pengawasan terhadap perusahaan 
  • Pembatasan yang diberikan pihak ketiga 
STUDI EMPIRIS 
STUDY LINTNER (1956) :
  • LONG-RUN TARGET DIVIDEND PAYOUT RATIO
  • FOKUS PADA PERTUMBUHAN DIVIDEN BUKAN NILAI ABSOLUTE 
  • PERUBAHAN DIVIDEN TERGANTUNG PADA KELANGSUNGAN PEROLEHAN LABA JANGKA PANJANG
  • PENURUNAN DEVIDEN CENDERUNG DIHINDARI 
STUDY FAMA DAN BABIAK (1968):
  • DIVIDEN MENINGKAT SAAT PERUSAHAAN DALAM KONDISI BAIK
  • KENAIKAN DIVIDEN LEBIH KECIL DIBANDINGKAN KENAIKAN LABA 
  • KENAIKAN DIVIDEN TERGANTUNG KONDISI APAKAH KENAIKAN LABA BERSIFAT PERMANEN 

PENILAIAN STABILITAS DIVIDEN 
ALASAN PEMODAL MENGHARGAI SAHAM LEBIH TINGGI YANG MEMILIKI DIVIDEN STABIL:
  1. Hipotesis isi informasi dividen (Fama,fisher,jensen & roll,1969)
  2. Hipotesis menyukai current income ( Walters,1963)
  3. Hipotesis kenaikan discount rate (Gordon 1963)
HIPOTESIS ISI INFORMASI DIVIDEN 
  • Harga saham akan berubah sesuai dengan perubahan pengumuman dividen karena adanya kandungan informasi (information content) dari pengumuman tsb.
  • Dividen tahun sekarang merupakan ukuran bagi harapan pendapatan perusahaan masa mendatang
HIPOTESIS MENYUKAI CURRENT INCOME 
  • Pemodal yang mengharapkan penghasilan periodik tertentu lebih menyukai dividen yang stabil dibandingkan yang tidak stabil 
  • Pemodal bersedia membeli saham dengan harga tinggi apabila dividen naik sebab adanya preferensi yang kuat akan current consumtion 
  • Jika dividen tidak memenuhi current consumption maka pemodal akan menjual sebagian sahamnya untuk memenuhi current incomenya 
  • Dalam pasar modal tidak sempurna , pemodal lebih menyukai cash devidend dibandingkan dengan capital gain 
Hipotesis Kenaikan Discount Rate 
  • Pemodal adalah risk-averse sehingga mengharapkan adanya kenaikan discount rate (anka pengganda) atas arus dividen masa mendatang
  • Kebijakan dividen mempengaruhi nilai perusahaan karena kenaikan laba di tahan berarti mengurangi current divident. konsekuensinya discount rate atas deviden masa mendatang harus lebih besar 
CLIENTELE THEORY
Clientele theory merupakan teori dividen berdasarkan kelas investor . individual vs institutional .yang individual juga berbeda umur dan golongan kelasnya 

CONTOH : Investor lanjut usia & penghasilannya tergantung dividen akan menyukai dividen payout yang tinggi 



0 Response to "Kebijakan Dividen (Dividend Policy) - Kelanjutan dari Seblumnya "

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel